14
Jun
08

Jujur Tapi Menyakitkan

Seketika cuma bisa diam
Terpaku
Semua semangat tiba-tiba runtuh
Hancur dan lebur
Saat terima kenyataan itu
Memang pernyataan yang jujur
Amat sangat jujur
Tapi juga amat sangat menyakitkan

Jika memang itu yang dikhawatirkan
Kenapa tidak jujur dari awal
Agar aku siap menerima kenyataan ini
Kenapa baru sekarang
Kenapa setelah berjalan semuanya
Kenapa saat aku baru memulainya
Kenapa, kenapa, dan kenapa
Cuma dia yang tau alasanya

Tapi terima kasih untuk selama ini
Aku mendapatkan banyak pelajaran
Tapi rasa sakit itu tetap tak bisa kupungkiri
Tak bisa ku tepiskan dengan mudah
Rasa itu masih melekat kuat
Dan entah kapan baru bisa kulepas pergi
Tanpa harus ku tangisi lagi
Tanpa harus ku terisak

*thanks to you.. aku menghargai kejujuran kamu. aku masih tetap disini.
_juzt smile_




2 Responses to “Jujur Tapi Menyakitkan”


  1. 1    William Yang July 28, 2008 at 11:14 pm

    kejujuran itu sangat berharga dan sesuatu yang tidak mudah, meski kita bisa melihatnya dengan sederhana….jadi hargailah apapun rasanya.

    karena bagaimanapun sakitnya sebuah kejujuran, tidaklah lebih menyakitkan daripada sebuah kebohongan yang mengkhianati kepercayaan.

    keep smiling jezz :)

  2. 2    Neng Xiu September 22, 2008 at 10:21 am

    Bila Tahu kejujuran itu indah pada awalnya
    indah pada pertengahannya untuk selalu indah pada akhirnya…
    maka sudah seharusnya menghargai sebuah kejujuran…
    dengan jujur seseorang dapat tersentuh…
    dengan jujur akan mengalahkan air mata buaya
    dengan jujur akan membuka segalanya
    tetapi kejujuran pun akan membuat segalanya berubah
    bisa ke arah lebih baik
    bisa juga sebaliknya…
    karena sangat sedikit mereka yang menghargai sebuah kejujuran
    tapi marilah kita bersikap jujur
    terutama untuk diri sendiri…
    jangan tipu dirimu sendiri….
    sudah saatnya membuka hati….
    jujur… jujur dan selalu jujur pada diri sendiri

    Neng Xiu

Leave a Reply